Get Adobe Flash player

LOGO

Sejarah Kesultanan Palembang Darussalam mencerminkan perjalanan nilai-nilai adat istiadat, budaya leluhur kita yang tidak dapat dihapus dan dihilangkan begitu saja dan bahkan harus diketahui dan dipedomani oleh anak Negeri Palembang Darussalam sehingga timbul jati dirinya.

VISI

Mewujudkan Negeri Palembang Darussalam menjadi negeri tempat keselamatan yang diridhoi Allah SWT, melalui pelestarian adat istiadat Kesultanan Palembang Darussalam yang telah dilupakan dan ditinggalkan.

 

Kota Palembang tidak hanya terkenal dengan keragaman kuliner khas dan keindahan Jembatan Ampera. Hasil kerajinan tangan warganya pun menjanjikan sesuatu yang spesial dan istimewa yakni tenun songket. Songket kini sudah memiliki mode yang bervariasi untuk semakin mempertahankan persaingan pasar.

Kain tenun khas yang sudah tersohor hingga ke mancanegara ini kain tenunan tradisional yang umumnya dikenakan pada acara resmi. Meskipun saat ini rumah songket sudah tersedia di beberapa tempat di kawasan 30 Ilir, komplek Ramayana, masyarakat pun sudah bisa mendapatkannya di Pasar 16 Ilir.

Kawasan yang didatangi oleh ribuan orang setiap harinya ini dibeli dari konsumen luar Palembang. Seperti yang diungkapkan oleh Taslim, salah seorang pedagang, konsumen dari berbagai daerah datang untuk mencari songket, seperti Sungai Lilin, OKI, Banyuasin dan dari luar Palembang seperti Jakarta.

Motif Songket yang khas disediakan beragam. Mulai dari mode lama hingga yang telah memiliki banyak variasi dari motif lama yang telah digunakan dari turun-temurun para pengrajin. Seperti songket batik. Songket yang cukup modern saat ini menurutnya lebih dibutuhkan oleh masyarakat modern.

“Songket Palembang terkenal keindahannya. Karena itu, untuk jenis, bahan dan motif tertentu harganya mencapai jutaan. Dibuat lebih modern tidak meninggalkan keutuhan dari songket itu sendiri. Biasanya masih dipadupadan dengan motif lamanya seperti Limar Antik, Bunga Cina, Bunga Pacar, juga Lepus Naga Besaung,” terangnya.

Menurutnya, meskipun telah banyaknya songket yang lebih modern, namun songket dengan motif lama pun masih sangat digemari terutama untuk event tertentu, seperti acara pernikahan. Adis, Owner Adis Songket yang berada di kawasan Ramayana mengatakan, untuk memberikan warna baru pada songket pihaknya mendesain Songket Batik sejak beberapa tahun sebelumnya.

“Kita membuat inovasi baru dengan menghadirkan Songket Batik. Meskipun di kolaborasi, namun tidak meninggalkan filosofi yang ada. Kita buat songket ini menjadi bingkai Nusantara. Tidak cuma batik dari satu pulau saja, semua batik di bingkai oleh songket,” katanya. Songket Batik dihargai Rp5 juta ke atas, yang dikemas dalam bentuk selendang. Batik Songket tersebut sangat cocok digunakan ke acara lebih formal karena berupa kain selendang. #pitria

Sumber: http://beritapagi.co.id/2016/03/23/modernkan-tenun-songket-tradisional.html

Pin It

Alih Bahasa

Top