Get Adobe Flash player

LOGO

Sejarah Kesultanan Palembang Darussalam mencerminkan perjalanan nilai-nilai adat istiadat, budaya leluhur kita yang tidak dapat dihapus dan dihilangkan begitu saja dan bahkan harus diketahui dan dipedomani oleh anak Negeri Palembang Darussalam sehingga timbul jati dirinya.

VISI

Mewujudkan Negeri Palembang Darussalam menjadi negeri tempat keselamatan yang diridhoi Allah SWT, melalui pelestarian adat istiadat Kesultanan Palembang Darussalam yang telah dilupakan dan ditinggalkan.

 

Pengukuhan Sultan Palembang Darussalam

Pada hari Senin, tanggal 29 Dzulhijjah 1423 H atau bertepatan dengan 3 Maret 2003 M, pada pukul 10.00 WIB di Masjid Lawang Kidul, Palembang, dikukuhkan Drs. Raden Muhammad Sjafei Prabu Diradja, S.H. sebagai Sultan Palembang Darussalam dengan gelar Sultan Mahmud Badaruddin III, dan pengukuhan ini dihadiri oleh para zuriat/ kerabat Kesultanan Palembang Darussalam dengan gelar Sri Paduka Sultan Mahmud Badaruddin Prabu Diradja atau Sultan Mahmud Badaruddin III, dan pengukuhan ini dihadiri oleh para zuriat / kerabat Kesultanan Palembang Darussalam dan beberapa utusan dari daerah (Bangka, Belitung, Komering, Lahat, Musi Banyuasin, dll).

Setelah selesai acara pengukuhan Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin III Prabu Diradja melakukan ziarah ke makam Sultan- Sultan Palembang Darussalam dan ulama-ulama di Negeri Palembang Darussalam.
Kemudian dilanjutkan dengan sujud syukur di dalam Kuto Besak Palembang (bekas Istana Kesultanan Palembang Darussalam yang sekarang masih dipakai oleh Kesdam II Sriwijaya).

Acara dilanjutkan dengan tabur bunga di depan Benteng Kuto Besak Kuto Anyar Palembang untuk mendoakan arwah para pahlawan Kesultanan Palembang Darussalam yang telah gugur dalam perang Palembang (melawan Belanda / Inggris dan kaki tangannya).

Dengan bangkitnya Kesultanan Palembang Darussalam dan dikukuhkannya Sultan Palembang Darussalam ini, maka Sri Paduka Sultan Mahmud Badaruddin III Prabu Diradja berpangkat Komisaris Besar Polisi Drs. Raden Muhammad Sjafei Diradja, S.H. diundang di sana-sini untuk menjelaskan maksud dan tujuannya termasuk dipanggil dengan berpakaian dinas oleh Kapolda Sumatera Selatan yang pada waktu itu dijabat oleh Mayor Jendral Polisi Drs. Didi Kesumayadi dan Gubernur Sumsel (Laksamana Rosihan Arsyad).

Sri Paduka Sultan Mahmud Badaruddin III Prabu Diradja menjelaskan tentang visi dan misi yang akan dilaksanakan kepada mereka, sehingga mereka mengerti maksud dan tujuan dibangkitkannya Kesultanan Palembang Darussalam.

Pin It

Renew ID Card

Alih Bahasa

Top