Get Adobe Flash player

LOGO

Sejarah Kesultanan Palembang Darussalam mencerminkan perjalanan nilai-nilai adat istiadat, budaya leluhur kita yang tidak dapat dihapus dan dihilangkan begitu saja dan bahkan harus diketahui dan dipedomani oleh anak Negeri Palembang Darussalam sehingga timbul jati dirinya.

VISI

Mewujudkan Negeri Palembang Darussalam menjadi negeri tempat keselamatan yang diridhoi Allah SWT, melalui pelestarian adat istiadat Kesultanan Palembang Darussalam yang telah dilupakan dan ditinggalkan.

 

Zuriat / Keturunan Susuhunan Mahmud Badaruddin / SMB II Sultan Palembang Darussalam

 

Perlu diketahui oleh anak negeri Palembang Darussalam, bahwa yang tinggal di Ternate pada saat ini terdiri dari beberapa golongan, antara lain :

  1. Masih zuriat Sri Paduka Susuhunan Ratu Mahmud Badaruddin / SMB II yang sama-sama berangkat dari Negeri Palembang Darussalam pada tahun 1821 (pada umumnya mereka sudah tidak berada di Ternate dan berbaur dengan anak Negeri Ternate).
  2. Zuriat SMB II yang menyusul ke Ternate setelah Sri Paduka Susuhunan Ratu Mahmud Badaruddin berangkat dahulu (setelah mengetahui tempat pengasingan Sri Paduka)
  3. Mereka bukan zuriat Sri Paduka Susuhunan Ratu Mahmud Badaruddinyang mereka merasa malu berada di Negeri Palembang Darussalam (mereka menjadi bahan ejekan anak Negeri Palembang Darussalam), karena zuriat merekalah maka Sri Paduka Susuhunan Ratu Mahmud Badaruddin diasingkan ke Ternate  dan merupakan musuh / mengkhianati zuriat SMB II.
  4. Orang yang bertugas di pemerintahan pusat, antara lain tentara, polisi, hakim, jaksa dan lainnya yang ditempatkan di Ternate (Maluku Utara) setelah mereka pension dan terus menetap di Ternate dan mengaku sebagai zuriat Sri Paduka Susuhunan Ratu Mahmud Badaruddin. Mereka inilah yang dipergunakan oleh orang-orang untuk diadu domba dengan zuriat Sri Paduka Susuhunan Ratu Mahmud Badaruddin yang ada di Palembang.
  5. Orang yang mengaku masih keluarga dari Sri Paduka Susuhunan Ratu Mahmud Badaruddin dengan maksud dan tujuan tertentu. Padahal mereka tidak jelas asal usul keturunannya, dan mengetahui cerita keberadaan Sri Paduka Susuhunan Ratu Mahmud Badaruddin di Ternate, Maluku Utara (antara lain perbuatannya mengubah nama di nisan pada lokasi makam SMB II).

Sebagai pedoman bagi anak Negeri Palembang Darussalam, maka untuk mencegah penyimpangan sejarah, bagi orang-orang yang mengaku zuriat Sultan-Sultan Palembang Darussalam supaya orang tersebut menjelaskan asal-usul silsilahnya (nama orang tuanya, nenek nya, buyutnya dan seterusnya ke atas dan disumpah di bawah Al-Quran milik SMB II di depan makam Sultan Mahmud Badaruddin Jaya Wikramo Kawah Tekurep, Palembang Darussalam).

Untuk memperkenalkan keberadaan Kesultanan Palembang Darussalam di Nusantara maka Drs. Raden Muhammad Sjafei Prabu Diradja, S.H. (SMB III) meminta Pemerintah Republik Indonesia (Surat YKPD No: SP/032/ XI/ 2001/ YKPD Pusat tanggal 6 November 2001 – 19 Sya’ban 1422) untuk membuat gambar Sultan Mahmud Badaruddin II di mata uang Republik Indonesia. Permohonan tersebut dibalas oleh Bank Indonesia (Direktorat Pengeradar Uang dengan Surat No. 4/132/DPU * Januari 2002 Perihal Pembuatan Gambar di Mata Uang Republik Indonesia) bahwa usulan gambar Sultan Mahmud Badaruddin II tersebut merupakan salah satu alternatif yang akan dipertimbangkan. Selanjutnya Pemimpin Bank Indonesia Palembang dengan surat No. 7/ 4/ DPU Pg tanggal 26 April 2005, perihal Undangan Pertemuan dengan Ahli Waris Pahlawan Nasional Sultan Mahmud Badaruddin II dengan maksud untuk memperlihatkan desain dari uang baru pecahan Rp. 10,000 tahun emisi 2005.

Putra / Putri Sri Paduka Susuhunan Ratu Mahmud Badaruddin yang mempunyai zuriat (zuriatnya tersebar di Nusantara) mempunyai 9 (Sembilan) istri dan 5 (lima) bergelar Ratu (Permaisuri)

Pangeran Ratu

Sultan Ahmad Najamuddin Pangeran Ratu (Lahir di Palembang, wafat di Ternate.)

Pangeran Bupati

Pangeran Bupati Hamzah (Lahir di Palembang, wafat di Ternate.)

Pangeran Prabu

Pangeran Prabu Diratdjah Haji Abdullah (Lahir di Palembang, wafat di Palembang setelah pulang dari Ternate.)

Pangeran Prabu Wikrama Abdurrahman  (Lahir di Palembang, wafat di Palembang setelah pulang dari Ternate.)

Pangeran Prabu Kesumo Abdul Hamid (Lahir di Palembang, wafat di Ternate.)

Pangeran Prabu Nandito Muhammad (Lahir di Palembang, wafat di Ternate.)

Pangeran Prabu Dilaga Muchsin (Lahir di Palembang, wafat di Ternate.)

Pangeran Prabu Menggalo Umar (Lahir di Palembang, wafat di Timor Kupang.)

Pangeran Prabu Diwongso Muhammad Zen (Lahir di Palembang, wafat di Ternate.)

Pangeran Prabu Dikara Muhammad Yasin (Lahir di Palembang, wafat di Manado.)

Pangeran Suryo

Pangeran Suryo Dilaga Thoh (Lahir di Palembang, wafat di Ternate.)

Pangeran Suto

Pangeran Suto Wijaya Usman (Lahir di Palembang, wafat di Palembang.)

Pangeran Suto WIjaya Akil (Lahir di Palembang, wafat di Palembang.)

Pangeran Suto Diratdjah Abubakar (Lahir di Palembang, wafat di Palembang.)

Pangeran Kesumo

Pangeran Kesumo Muhammad Syeh (Lahir di Ternate, wafat di Palembang.)

Pangeran Kesumo Menggalo Mahdor (Lahir di Ternate, wafat di Palembang.)

Pangeran Kesumo Diratdjah Muhammad Safin (Lahir di Ternate, wafat di Banyuwangi, 26 Zulkaidah 1317.)

Pangeran Kesumo Dimkiah Muhammad Hanan (Lahir di Ternate, wafat di Palembang.)

Pangeran Putro

Pangeran Putro Dinato Ali (Lahir di Palembang, wafat di Palembang.)

Pangeran Nato

Pangeran Nato Menggalo Alwi (Lahir di Ternate, wafat di Mentok.)

Raden Nayu

Raden Nayu Fatimah (Lahir dan wafat di Palembang) bersuamikan Pangeran Purbayo Abdulrohim.

Raden Nayu Halimah (Lahir di Palembang, wafat di Ternate.) bersuamikan pangeran Krama Nato

Raden Nayu Khotimah (Lahir dan wafat di Palembang) bersuamikan Pangeran Krama Jaya

Raden Nayu Salimah (Lahir dan wafat di Palembang) bersuamikan Pangeran Krama Deratdjah

Raden Nayu Azimah (Lahir di Palembang, wafat di Ternate) bersuamikan Sayid Asegaf

Pin It

Renew ID Card

Alih Bahasa

Top