Berisi Sejarah Kesultanan Palembang Darussalam, Buku Hikayat Palembang Dibuat dalam Dua Bahasa

Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Djayo Wikrama Fawaz Diradja SH Mkn bersama pihak terkait lainnya meluncurkan buku Hikayat Palembang di Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam, Minggu (1/3/2020).

Buku yang berisi tentang sejarah berdirinya Kesultanan Palembang Darussalam itu dibuat dalam dua bahasa.

“Buku Hikayat Palembang ini terdiri dari tulisan Arab Melayu dan huruf latin dengan Bahasa Indonesia,” kata SMB IV.

Acara peluncuran buku Hikayat Palembang di Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam, Minggu (1/3/2020).
Acara peluncuran buku Hikayat Palembang di Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam, Minggu (1/3/2020). (Tribunsumselwiki/Linda)

Buku ini berisi tentang sejarah berdirinya Kesultanan Palembang Darussalam pada awal masanya sampai para sultan diadu domba oleh Belanda.

Sehingga kesultanan pun pecah dan melemah dan menguntungkan Belanda.

“Kita buat buku ini kerja sama dengan UIN Raden Fatah Palembang, Lembaga Kajian Melayu Pondok Pesantren Al Ittifaqiah, dan Kajian Reboan,” kata SMB IV yang sehari-hari berprofesi sebagai notaris.

Lebih lanjut ia mengatakan, buku tersebut diterbitkan dengan maksud menginformasikan kepada masyarakat bahwa Sumatera Selatan (Sumsel) memiliki khasanah adat Melayu, yang bisa dijadikan identitas budaya.

Buku ini bertuliskan Arab-Melayu pada lembar sebelah kiri dan huruf latin pada lembar sebelah kanan.

Dua-duanya berbahasa Indonesia, dengan tebal 201 halaman.

Isi buku Hikayat Palembang yang ada tulisan Arab dan Bahasa Indonesia.
Isi buku Hikayat Palembang yang ada tulisan Arab dan Bahasa Indonesia. (istimewa)

Buku disunting oleh Muhammad Adil, Saudi Berlian, dan Kemas AR Panji.

“Kita bertahap mencetaknya. Sementara ini baru 200 eksemplar. Ke depan kita akan cetak 2000 eksemplar. Nanti akan kita bahas dulu, setelah itu baru dicetak banyak,” cetusnya.

Sementara itu, Kemas AR Panji, salah satu penyunting buku tersebut mengatakan, buku ini hasil kajian tim Majelis Reboan UIN Raden Fatah Palembang yang tergabung dalam lembaga kajian Melayu.

“Tim ini memang mengkaji naskah-naskah yang ditulis Arab-Melayu. Keprihatinan kami, mereka yang bisa membaca dan menulisnya golongan terbatas, yakni zaman old kalau istilah sekarang,” katanya

Kalau zaman now, generasi milenial banyak tidak tahu.

Makanya naskahnya dicetak ulang lalu dialihbahasakan.

Bagi mereka yang bisa Arab-Melayu, bisa membaca di lembar sebelah kiri.

Sedangkan yang tidak bisa, ada huruf latin di lembar kanan buku tersebut, sehingga mereka bisa belajar.

“Naskah yang kami tampilkan ini salah satu naskah Palembang, yang bercerita tentang Kesultanan Palembang Darussalam. Naskah ini ditulis Ki Rangga Satya Damita sekitar 1831-1832,” katanya.

Menurutnya, buku ini bagus untuk dimiliki masyarakat sebagai media pembelajaran dan pengetahuan.

“Kami berharap lembaga lain, termasuk pondok pesantren melakukan juga. Ini namanya literasi. Kami bertiga hanya menyunting. Tim ini banyak orang yang terlibat. Termasuk Sultan juga. Mereka yang melakukan kajian,” bebernya.

Untuk mendapat buku ini, masyarakat bisa menghubungi penyunting melalui media sosial seperti media sosial Instagram dengan akun @kemas_ari_panji.

“Harganya hanya Rp 70 ribu per eksemplar. Kalau menggunakan ongkos kirim, maka ongkosnya ditanggung pembeli,” katanya.



Artikel ini telah tayang di Tribuntribunsumselwiki.com dengan judul Berisi Sejarah Kesultanan Palembang Darussalam, Buku Hikayat Palembang Dibuat dalam Dua Bahasa, https://tribunsumselwiki.tribunnews.com/2020/03/03/berisi-sejarah-kesultanan-palembang-darussalam-buku-hikayat-palembang-dibuat-dalam-dua-bahasa?page=all.
Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Ami Heppy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *