Inilah 5 Masjid Tertua di Palembang, Nomor 5 Banyak Yang Belum Tahu Walau Sering Dikunjungi

953

Kota Palembang sangat terkenal dengan Jembatan Ampera yang merupakan jembatan tertua di kota tersebut. Ada beberapa tempat-tempat bersejarah yang ada di Palembang yang mungkin banyak yang belum tahu.

Tak hanya Jembatan Ampera, beberapa masjid di kota pempek ini pun memiliki nilai historis yang tinggi. Berikut beberapa masjid tertua di Kota Palembang yang memiliki sejarah bagi kota tersebut.

  1. Masjid Agung Palembang

Menurut sejarah Cikal bakal berdirinya masjid Agung Palembang karena masjid yang didirikan Ki Gede Ing Suro (Sultan Palembang) di Keraton Kuto Gawang (seputaran PT. Pusri) terbakar saat terjadinya perang melawan pasukan Belanda yang dikomandoi Mayor Van der Laen pada tahun 1659., sehingga didirikanlah Masjid  Agung ini sebagai penggantinya meskipun didirikan di lokasi yg berbeda. Diperkirakan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung pada 1 Jumadil Akhir 1151 H (1738 M).

Kalau dilihat dari bentuk bangunannya nampak gaya arsitektur China yang kental dengan pengaruh Arab Melayu dan sedikit sentuhan Eropa, mungkin karena ada hubungannya dengan sejarah Kota Palembang sebelumya. Lokasinya yang sangat strategis dan dekat tempat-tempat bersejarah lainnya yang bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki.

2. Masjid ki Merogan

Berdirinya Masjid Kiai Marogan dalam sejarah tidak terlepas dari sejarah Kiai Marogan itu sendiri, Sebagai pengusaha yang sukses Kiai Masagus Haji Abdul Hamid bin Mahmud alias Kiai Marogan mendirikan Masjid di pertemuan antara Sungai Musi dan Sungai Ogan yang dibangun kira–kira tahun 1871 M,

dari segi arsitektur bangunan masjid ini sama dengan Masjid Agung Palembang. Masjid ini bernama Masjid Jami’ Kiai Haji Abdul Hamid bin Mahmud.

Akan tetapi Masjid ini kemudian lebih dikenal dengan sebutan Masjid Kiai Muara Ogan yakni Masjid yang didirikan oleh Kiai yang bertempat tinggal di tepi Sungai Musi di Muara Sungai Ogan.

Lama-kelamaan penyebutan Muara Ogan berubah menjadi Marogan atau Merogan sehingga nama Masagus Haji Abdul Hamid sering dipanggil Kiai Masagus Haji atau Kiai Marogan dan Masjidnya populer dengan sebutan Masjid Muara Ogan.

Nama Kiai Marogan sekarang ini juga diabadikan sebagai nama jalan, mulai dari simpang empat jembatan Musi II Kemang Agung sampai dengan simpang empat jembatan Kertapati 1 Ulu Palembang.