Benteng Kuto Besak, Melihat Kejayaan Palembang Lampau

64

BENTENG Kuto Besak menjadi saksi bisu kekuatan Kesultanan Palembang Darussalam. Penggagas benteng tersebut adalah Sultan Mahmud Badaruddin I (1724-1758) kemudian pengerjaannya diselesaikan oleh Sultan Mahmud Bahauddin (1776-1803).

Pada masa itu Kota Palembang dikelilingi anak sungai sehingga membuat wilayah kota seperti pulau-pulau. Sementara Kuto Besak saat itu dibangun di atas pulau yang dibatasi Sungai Sekanak di bagian barat, Sungai Tengkuruk di bagian timur, dan Sungai Kapuran di bagian utara.

Benteng Kuto Besak juga menjadi bangunan yang masih tersisa dari Kesultanan Palembang Darussalam selain Masjid Agung. Hal itu karena dulu banyak peninggalan kesultanan dibumihangsukan oleh tentara Belanda.

Kini Benteng Kuto Besak menjadi tujuan favorit saat berlibur ke Palembang. Bahkan benteng ini menjadi satu dari 10 destinasi yang disiapkan Sumatera Selatan untuk Peserta Asian Games 2018.

Pihak pemerintah juga telah menata sedemikian rupa kawasan pelataran di depan Benteng Kuto Besak menjadi sebuah plaza atau alun-alun. Terkadang tempat tersebut menjadi lokasi acara atau festival dengan panggung hiburan.

Saat malam tiba akan ada banyak pedagang menjajakan barang dagangannya. Sehingga bagi para pelancong yang ingin mencari kuliner khas Palembang seperti pempek bisa mencicipinya di sana.

Lokasi Benteng Kuto Besak persis menghadap Sungai Musi dan tak jauh dari Jembatan Ampera. Ini yang membuat Benteng Kuto Besak menjadi destinasi favorit para pelancong. Ada beberapa pilihan kendaraan seperti taksi, angkot atau bisa juga menggunakan Trans Musi.

Bicara soal biaya, untuk masuk ke Benteng Kuto Besak pengunjung akan dikenakan tarif Rp 5 ribu. Namun jika membawa rombongan kamu bisa nego untuk meminta harga lebih murah.

Selain mencari spot cantik untuk berfoto di sana, kamu juga dapat bermain wisata Sungai Musi yang letaknya persis di depan benteng. Jika ingin bermalam ada banyak penginapan di dekat Benteng Kuto Besak.

Sumber : merahputih.com