Bongkar Pasar Bersejarah, Gubernur Sumsel Disomasi Warga

10

Palembang – Aliansi Masyarakat dan Advokat Peduli Cagar Budaya melakukan somasi terhadap Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin. Somasi ini terkait pembongkaran Pasar Cinde, yang dinilai telah melanggar UU Cagar Budaya.

Ketua Aliansi, Andreas Okdi Priantoro mengatakan, somasi dilakukan kepada Alex Noerdin karena dinilai telah mengeluarkan kebijakan untuk pembongkaran pasar tradisional menjadi pasar modern. Bahkan, 70 persen bangunan yang terdapat cagar budaya telah habis diruntuhkan.

“Sekarang itu sudah 70 persen bangunan Pasar Cinde yang memiliki nilai sejarah dan menjadi Cagar Budaya dibongkar. Kami menilai ini adalah pelanggaran terhadap Undang-undang dan harus dilakukan perlawanan,” kata Andreas saat ditemui di Kantor Gubernur Sumsel Jalan A Rivai, Selasa (28/11/2017).

Adapun pelanggaran yang dilakukan Alex Noerdin, yakni terhadap UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan SK Wali Kota Palembang Nomor: 179 a/KPTS/DISBUD/2017 tentang Penetapan Pasar Cinde sebagai Cagar Budaya.

Melalui dua aturan di atas, aliansi menyebut keputusan Pemerintah Sumatera Selatan yang dalam hal ini diketahui oleh gubernur, untuk melakukan revitalisasi pasar tradisional menjadi pasar modern adalah tidak benar. Dalam somasi itu, aliansi meminta gubernur untuk segera menghentikan proses pembongkaran dan revitalisasi selama 3 hari.

“Untuk somasi atau ultimatum kita beri waktu Gubernur untuk menghentikan semua aktivitas baik pembongkaran atau pengerjaan revitalisasi selama 3 hari sampai 29 November besok. Jika itu tidak diindahkan, maka kami akan melakukan gugatan hukum terhadap gubernur atas kebijakannya,” sambung Andreas.

Sebagai perwakilan masyarakat, Andreas juga menyebut bangunan dan kawasan sampai saat ini masih menjadi Cagar Budaya dan belum ada penghapusan status Pasar Cinde. Sehingga dirinya menilai perusakan bangunan juga dilakukan secara terstruktur, mulai dari pembongkaran dan pengerjaan itu dilakukan dengan diam-diam.

Sebagai informasi, Pasar Cinde merupakan salah satu pasar bersejarah di Kota Palembang. Di mana pada kawasan ini terdapat beberapa cagar budaya berupa tiang yang berdiri dengan kolom Cendawan dan lokasinya dikelilingi objek situs sejarah seperti makam Sultan pertama Palembang, Sultan Abd Ar-Rahman yang pernah berkuasa sejak tahun 1662-1702.

Sumber : Detik.com