Guru Sejarah Perlu Turun ke Lapangan

127

Para Prodi FKIP Sejarah Universitas PGRI Palembang terus mengembangkan kinerjanya. Hal ini membuktikan bahwa pelajaran sejarah sangat penting diberikan kepada peserta didik. Namun setelah didata, masih banyak guru mata pelajaran Sejarah yang tidak mau mempraktekan hasil belajarnya kedalam refrensi pelajaran anak didiknya.

Kepala Prodi Sejarah jurusan IPS Ahmad Zamhari SPd MM mengatakan pihaknya mendata masih banyak guru Mapel Sejarah yang mengajar hanya mengandalkan buku. Sehingga banyak guru Sejarah tidak mengobservasi ke lapangan. “Kita tahu bahwa, sumber buku itu sudah banyak, tapi ketika melihat langsung tempat bersejarah, itu bisa menambah wawasan guru dan pengetahuan dalam bahan ajar,” katanya.

Selain minim observasi, seharusnya guru mapel Sejaran juga harus melakukan riset, minimal riset kecil agar bisa mengembangkan ilmu pengetahuan tentang sejarah. Karena dalam manajemen pengelolaan sumber belajar tugas guru Sejarah harus merancang, merencanakan sampai mengevaluasi hingga akhir. “Sumbe-sumber belajar sehrusnya pendekatan pada lingkungan. Terkadang guru hanya bisa menjelaskan tanpa tahu lokasinya dimana. Misalnya menjelaskan tentang pulau Kemaro, tapi belum kesana,” ungkapnya.

Pihaknya juga sangat menyayangkan jika masih ada guru Sejarah yang tidak memiliki background Pendidikan Sejarah sebelumnya. Karena sangat dikhawatirkan bisa keliru dalam penyampaian sehingga pemahaman Sejarah siswa bisa menyimpang. “Ya, khusus kepada calon guru Sejarah harus benar-benar menempuh pendidikan Sejarah sebelumnya. Komitmen kita jelas ingin mencetak guru yang seperti itu. Mereka bukan hanya mengenalkan Sejarah secara teori, tapi bisa mengajak siswa menyukai Sejarah,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Sejarah, Jeki Sepriady mengatakan kegiatan ini merupakan agenda prodi Pendidikan Sejarah yang sebagai pelaksananya HMPS Pendidikan Sejarah. “Kita ingin mempublikasikan kegiatan dan kreativitas dosen, beserta mahasiswa sehingga berperan aktif dalam pengembangan keilmuan sejarah,” pungkasnya.

Sumber : http://palembang-pos.com