Kemenhub Evaluasi Operasional LRT Palembang

151

Kementerian Perhubungan mengevaluasi secara penyeluruh operasional kereta api ringan (LRT) Palembang untuk merespon kejadian berhenti mendadak saat membawa ratusan penumpang Minggu (12/8) sore.

Dirjen Perkeretapian Kementerian Perhubungan Zulfikri di Palembang, Senin, dalam keterangan pers terkait kejadian ini mengatakan, evaluasi ini diharapkan dapat memperbaiki kinerja operasional LRT secara keseluruhan.

“Saat ini kami masih melakukan investigasi untuk mencari penyebab sebenarnya mengapa bisa berhenti mendadak. Sejauh ini dugaan awal karena terjadi shortcircuit atau arus pendek yang menyebabkan adanya kabel CCD di sarana (kereta api) yang putus,” kata dia.

Ia mengatakan LRT Palembang yang memiliki pusat pengendali Train Control Management System secara otomatis akan berhenti beroperasi sistem membaca terjadi kegagalan terkait keselamatan. Kondisi seperti ini sejatinya juga terjadi di dua masalah sebelumnya sejak LRT resmi beroperasi membawa penumpang pada 23 Juli 2018. Pada 1 Agustus 2018, LRT Palembang berhenti mendadak di dua kilometer sebelum Stasiun Jakabaring akibat pintu tidak dapat ditutup lantaran sensor keselamatan sangat sensitif. “Kereta terpaksa berhenti karena apabila pintu tidak tertutup sempurna maka masinis kereta tidak bisa menjalankan keretanya dan harus mengecek pintu agar tertutup sempurna,” kata dia.

Kemudian pada 10 Agustus 2018, LRT juga kembali berhenti mendadak di Stasiun Bumi Sriwijaya karena VDU (Vehicle Display Unit) yang tidak dapat membaca posisi kereta. Terhadap tiga kejadian ini, dilakukan evakuasi penumpang karena kejadian kereta berhenti telah melebihi 20 menit. Penumpang kemudian digiring petugas melintasi jalur pejalan kaki yang ada di sisi rel yang aman dari arus listrik untuk menuju stasiun terdekat, seperti sempat viral di media sosial.

Sumber Berita : www.wartaekonomi.co.id