Pempek, Jembatan Ampera, dan Kisah Cinta Tragis di Palembang

228

Palembang, Ibukota Sumatera Selatan ini punya banyak nilai jual dalam dunia pariwisata. Destinasi wisatanya juga kental akan nilai sejarah. Mulai dari keindahan Jembatan Ampera sampai kisah cinta tragis di Pulau Kemaro selalu jadi incaran wisatawan.

Pernah mengunjungi Palembang, ibukota Provinsi Sumatera Selatan? Kota ini memiliki banyak panorama dengan destinasi yang memukau. Mulai dari keindahan Sungai Musi sampai Jembatan Ampera yang menghubungkan seberang Ulu dan seberang Ilir. Palembang juga menjadi kota yang penuh dengan sejarah kejayaan Sriwijaya.

Salah satu peninggalan sejarah yang paling terkenal di Palembang adalah Benteng Kuto Besak. Ada juga Masjid Sultan Badaruddin II yang masih berdiri kokoh di tengah Kota Palembang, sampai kafe-kafe terapung yang ada di pinggir Sungai Musi yang siap menerima kedatangan wisatawan.

Bumi Sriwijaya ini memang memiliki peninggalan seni, budaya, dan wisata kuliner yang super lezat. Di kafe-kafe terapung Sungai Musi, Anda bisa mencicipi pempek, sebagai makanan khas dari Palembang.

Belum selesai di situ, Palembang juga punya destinasi wisata yang lekat dengan kisah cinta yang bersemi sampai akhir hayat. Kisah menyentuh hati ini bisa Anda rasakan saat berkunjung ke Pulau Kemaro.

Pulau Kemaro merupakan saksi bisu legenda cinta Tan Bun An, seorang saudagar Tionghoa dengan putri raja bernama Siti Fatimah yang berakhir dengan kematian. Makam kedua pasangan ini ada di Pulau Kemaro.

Menurut legenda yang berkembang, pada masanya saat itu Siti Fatimah mengajukan syarat pada Tan Bun Ann untuk menyediakan 9 guci berisi emas. Namun. karena kecerobohannya Tan Bun Ann melakukan kesalahan fatal.

Keluarga Tan Bun Ann ingin menghindari kecurigaan bajak laut. Maka keluarganya menutupi emas tersebt dengan sawi. Namun sayang, Tan Bun Ann tidak mengetahuinya dan kesal karena menganggap keluarganya salah. Akhirnya guci-guci tersebut ia lempar ke dalam sungai.

Setiap Tahun Baru Imlek, masyarkat etnis Tionghoa akan berdatangan untuk ziarah ke makam tersebut. Di lokasi ini juga terdapat sebuah Pagoda yang digunakan untuk pemujaan dan sebuah pohon yang dinamakan Pohon Cinta.

Saat guci terakhir ia baru menyadari kalau perkiraannya salah. Sesal yang mendalam Tan Bun Ann terjun ke sungai. Melihat kejadian itu, Siti Fatimah pun berinisiatif terjun untuk membantu. Akan tetapi, mereka tidak pernah muncul ke permukaan. Maka, untuk mengenang pasangan ini dibuatlah makamnya di Pulau Kemaro.

Untuk datang ke pulau ini, traveler harus menempuh perjalanan selama 20 menit. Perjalanan di mulai dari dermaga kecil yang berada di depan Benteng Kuto Besak. Yakinlah, selama perjalanan menyusuri Sungai Musi menuju pulau tersebut, jantung Anda akan berdegup kencang.

Hal ini dikarenakan, gelombang ombak terasa kuat ketika perahu motor Anda berpapasan dengan perahu lain. Sementara pemilik perahu motor tidak menyiapkan baju pelampung seandainya perahu mendadak terbalik. Hal ini sungguh disayangkan mengingat sudah banyak wisatawan yang datang dan berwisata ke pulau ini.

Sumber : https://travel.detik.com