Megahnya Masjid Kebanggan Warga Palembang

85

idak hanya Jembatan Ampera yang wajib dikunjungi saat di Palembang. Kunjungi juga Masjid Agung, masjid kebanggan warga Palembang.

Seperti di kota-kota lain di Indonesia yang memiliki aasjid kebanggaan, di Palembang juga terdapat sasjid kebanggaan. Konon katanya merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid ini bernama Masjid Agung Palembang atau terkenal juga dengan nama Masjid Sultan Mahmud Badaruddin II.

Masjid ini terletak tepat di tengah kota, yaitu berhadapan langsung dengan bundaran air mancur titik nol kilometer kota Palembang. Sehingga sangat mudah ditemukan bahkan oleh pengunjung yang baru pertama kali datang ke kota Palembang ini.

Dari kejauhan, masjid yang merupakan asjid tertua dan terbesar di Palembang ini tampak seperti bangunan tradisional. Namun, saat kita memasuki halaman masjid ini, kita akan menemukan menara tinggi menjulang. Menara ini pun yang paling menonjol jika kita lihat dari kejauhan, sehingga memudahkan kita untuk menemukan letak masjid ini.

Salah satu yang menjadikan masjid ini unik yaitu tempat kita mengambil air wudhu. Selain kita bisa berwudhu di dalam ruangan, di Masjid ini kita pun bisa mengambil air wudhu dari keran – keran air di kolam yang berada tepat di tengah halaman Masjid ini. Tentunya air di kolam ini merupakan air  bersih, sehingga bisa digunakan oleh jama’ah untuk bersuci.

Sama seperti halnya di kota lain, Masjid Agung Palembang ini pun memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang unik. Gaya arsitektur di Masjid ini merupakan perpaduan dari China, Eropa, dan Melayu.

Memasuki gedung utama masjid, kita bisa melihat langit – langit masjid yang berbentuk menyerupai bentuk atap pada bangunan China. Di langit – langit ini pun terdapat kaligrafi bertuliskan nama – nama Asma’ul Husna.

Gaya Melayu terlihat dari banyaknya ornament khas Palembang yang menghiasi interior masjid. Antara lain bentuk kaligrafi dan juga warna- warna khas Palembang yaitu emas dan coklat yang dominan pada tiang masjid, mimbar dan juga pintu serta atap. Sedangkan, gaya Eropa akan kita temui dari bentuk menara masjid yang menjulang tinggi di masjid ini.

Di lantai tiga masjid ini terdapat sebuah perpustakaan yang cukup besar. Kita dapat melihat-lihat koleksi bukunya yang kebanyakan bertemakan Islam, sastra Melayu, naskah-naskah kuno, kitab Melayu, dan fiqih-fiqih hasil pikir ulama-ulama ternama. Perpustakaan dibuka dari pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB. Sedangkan, pada pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB, ditutup sebentar untuk istirahat dan sholat Dhuhur.

Nah, jika jalan- jalan ke Palembang, jangan lupa berkunjung ke masjid kebanggaan masyarakat Palembang ini, karena kebetulan jaraknya pun tidak jauh dari Jembatan Ampera

Sumber : Detik Travel