Peningnya Pedagang Usai Pasar Bersejarah di Palembang Dibongkar

7

Palembang – Diruntuhkannya Pasar Cinde untuk dibangun menjadi pasar modern menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pedagang. Selain pasar bersejarah yang tak lagi dapat dilihat, nasib pedagang kini mulai terkatung-katung.

Kekecewaan setelah diruntuhkannya bangunan yang memiliki tiang Cendawan ini disampaikan oleh Sanusi (53), warga Jalan Simanjuntak, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning, Kota Palembang, yang merupakan pedagang di Pasar Cinde sejak 1978. Sanusi menjadi pedagang puluhan tahun menggantikan ayahnya, yang lebih dulu memiliki lapak berdagang.

Kepada detikcom, Sanusi menilai pembongkaran Pasar Cinde, yang sekarang hanya tersisa 20 persen dari bangunan aslinya, sangat disayangkan. Bangunan itu kini tak lagi dapat digunakan. Pedagang harus angkat kaki dari lapak yang sudah dihuni secara turun-temurun.

Jika ingin tetap bertahan, pedagang harus pindah ke tempat sementara, tepat di depan bangunan, karena Pasar Cinde sudah dipagari dan akan dibongkar. Belum tahu sampai kapan dia bersama puluhan pedagang lain akan bertahan di tempat itu, tempat yang sempit dan tak memiliki lahan parkir.

“Pendapatan kami menurun drastis sejak pindah ke lapak sementara ini. Lahan parkir tidak ada, membuat pembeli hanya lewat. Nasib kami juga tidak tahu nanti seandainya pasar jadi, apakah kami masih bisa ikut berdagang di dalam atau tidak,” kata Sanusi sembari mengemas dagangannya.