Pulau

Pulau Kemaro

Adalah salah satu benteng pertahanan dan benteng Sultan-Sultan Palembang Darussalam pada masa melawan para penjajah yang ingin menguasai Kesultanan Palembang Darussalam. Benteng tersebut dinamakan Benteng Tameng Ratu dan dikomandoi oleh Pangeran Ratu. Pada saat ini, kawasan Pulau Kemaro menjadi salah satu objek wisata di Palembang.

Untuk menarik minat wisatawan yang mengunjungi Pulau Kemaro, dikarang cerita-cerita yang menarik. Cerita ini umumnya bertentangan dengan sejarah Kesultanan Palembang Darussalam serta dianggap dapat meracuni dan menyesatkan masyarakat dan generasi penerus anak Negeri Palembang Darussalam di masa yang akan datang (antara lain dongeng atau legenda yang menyesatkan tentang salah seorang Putri Sultan Palembang yang terjun ke sungai sehingga timbullah Pulau Kemaro).

Perlu diteliti atau dipertanyakan Putri Sultan Palembang yang mana (siapa nama Sultannya dan tahun berapa kejadiannya), jangan sampai legenda atau dongeng ini dianggap benar oleh anak Negeri Palembang Darussalam maupun para pengunjung yang datang.

Saat ini di Pulau Kemaro telah dibangun Pagoda Sembilan Tingkat oleh kelompok H. Djohan Hanafiah bin Ali Amin, karena upaya mereka untuk membangun patung Budha yang didahului dengan rencana membuat patung SMB II di Bandara SMB II telah digagalkan atau dibatalkan dan ditolak oleh SMB III.

 

Polo Seribu

Merupakan tempat kelahiran dari Sri Paduka Raden Fatah Panembahan Palembang yang menjadi Sultan Demak. Lokasi tersebut adalah sebuah kebun buah-buahan milik Sri Paduka Susuhunan Ratu Mahmud Badaruddin / Sultan Mahmud Badaruddin II. Saat ini lokasi tersebut telah banyak diserobot oleh para pendatang. Lokasi awal dari Polo Seribu ini terletak di ujung Jln. Sungki Kertapati Palembang.