Sriwijaya dan Kekuatan Pengamanan Jalur Perdagangan Laut

277

Melalui berita-berita Tiongkok, diketahui bahwa Kerajaan Sriwijaya adalah penghubung penting antara perdagangan Asia Tenggara dengan Kekaisaran Tiongkok. Untuk kepentingan perdagangannya, Sriwijaya mengakui kekuatan Tiongkok sebagai negara yang berhak untuk menerima upeti dari kerajaan terbesar di Sumatera tesebut.

Pembayaran upeti yang dilakukan oleh Sriwijaya merupakan sebagian dari usaha diplomatiknya untuk menjamin agar Tiongkok tidak melakukan perdagangan langsung dengan kerajaan-kerajaan di Asia Tenggara sehingga tidak merugikan perdagangan Sriwijaya.Kerajaan Sriwijaya menjadi tempat berkumpulnya pedagang-pedagang dari berbagai negeri yang ingin melakukan transaksi dengan Kekaisaran Tiongkok.

Kedudukan Sriwijaya sangatlah penting bagi Tiongkok, bahkan jika terdapat kesalahan dalam melakukan transaksi perdagangan yang dilakukan oleh para pedagangan dari Tiongkok, Sriwijaya diberikan kekuasaan untuk mengusulkan perubahan perlakukan terhadap pejabat yang bertanggungjawab atas barang yang dapat merugikan Kerajaan Sriwijaya.Perdagangan yang dilakukan dengan Tiongkok telah memberikan keuntungan yang sangat besar bagi Sriwijaya. Bahkan kekayaan Sriwijaya, menurut berita para pedagang Tiongkok, tidak akan pernah habis.

Kerajaan Sriwijaya akan memenuhi kewajibannya kepada mereka yang melakukan hubungan dagang dengannya, serta akan menjamin keamanan jalur-jalur pelayaran, baik menuju Sriwijaya atau menuju negara asalnya. Berkembangnya perdagangan antar negara di kawasan Asia membuat gangguan-gangguan terhadap para pedagang yang berlayar di lautan selalu terjadi.

Suatu hal yang merisaukan para pedagang tersebut, dan selalu diceritakan dalam kisah-kisah perjalanan laut ialah kegiatan pembajakan yang dilakukan oleh bajak laut. Gangguan yang dilakukan oleh para bajak laut tersebut akan merugikan perdagangan, bahkan membuat menurunnya kegiatan transaksi antar negara. Hal tersebut menjadi perhatian penting Kerajaan Sriwijaya dalam memberikan pelayanan kepada negara-negara yang melakukan hubungan dagang dengan mereka.

Sejak pertama membuka jalur perdagangan hingga abad ke-10, Srwijaya dapat mengatasi permasalah bajak laut tersebut. Para pedagang yang melewati laut di wilayah kekuasaan Sriwijaya akan merasa aman dari sergapan para bajak laut tersebut. Diduga pola pengamanan yang dilakukan Sriwijaya ditempuh melalui pendekatan hubungan dengan kelompok-kelompok bajak laut disekitar wilayah Sriwijaya. Kepala dari kelompok-kelompok bajak laut tersebut dimasukan dalam ikatan kekerabatan dengan kerajaan.

Para baja laut tersebut mendapatkan bagian dari hasil perdagangan yang ditentukan oleh raja. Dengan demikian para bajak laut tersebut menjadi bagian dari kegiatan perdagangan kerajaan. Langkah yang dilakukan oleh Sriwijaya dengan melibatkan bajak laut tersebut dengan sendirinya akan membuat para bajak laut berusaha menjauhkan kelompok yang tidak mengikuti peraturan raja agar tidak merugikan kelompok yang patuh akan peraturan. Pengamanan jalur perdagangan tersebut tidak lepas dari kehebatan Sriwijaya dalam membuat strategi perdagangan.

Sumber : Kumparan.com