Sultan Banjar, Resmi Ketum FSKN 2018-2023

275

Namun perlu digarisbawahi, FSKN tengah mengalami dualisme. Selain FSKN Sultan Banjar Khairul Saleh, juga ada FSKN Sultan Sepuh XIV. FSKN mengalami dualisme paska kepemimpinan Ketum FSKN yang terpilih pada 2006, Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan.

Sultan Banjar Khairul Saleh terpilih secara aklamasi saat Musyawarah Nasional FSKN III di Jakarta, 5 Mei 2018. Pemilihan terjadi sesaat setelah pengurus lama periode 2013-2018 yang dipimpin Panembahan Tedjowulan dinyatakan demisioner.

Begitu sidang pemilihan dibuka, Sultan Bintan Huzrin Hood berdiri dan menyampaikan ke floor nama Sultan Banjar untuk dicalonkan menjadi Ketum FSKN periode 2018-2023. Menurut Huzrin Hood, Sultan Banjar Khairul Saleh memenuhi semua kriteria jadi Ketua Umum FSKN seperti yang disyaratkan dalam pemilihan kali ini.

“Kami dari TPHD (Tim Pengurus Harian Daerah) Kepulauan Riau mengusulkan Sultan Banjar Khairul Saleh menjadi Ketua Umum,” usul Huzrin Hood.

Usulan Huzrin Hood disambut peserta Munas dan akhirnya Sultan Banjar menjadi satu-satunya calon Ketum. Sidang yang dipimpin Datu Siladendeng Lombok Rd Th Lalu Putria lalu meminta Sultan Khairul Saleh untuk berdiri di podium guna menyatakan kesediannya sebagai Ketua Umum. “Mewakili seluruh peserta sidang, apakah YM berkenan memimpin FSKN dengan mengemban tugas untuk melanjutkan FSKN yang sudah dilaksanakan YM Panembahan Tedjowulan,” kata Datu Siladendeng selaku pemimpin sidang.

Mantan Bupati Banjar dua periode ini lalu menyatakan kesediaannya menjadi Ketum FSKN 2018-“Dengan mengucapkan Bismillah, dan ridha Allah SWT dan dukungan  semua Raja Sultan, saya menyatakan bersedia,” jawab Sultan Khairul Saleh.

Tepuk tangan seluruh peserta sidang menandakan aklamasi Sultan Khairul Saleh menjadi Ketum FSKN mengingat tak ada calon lain Ketum lain. Sesaat sebelumnya Panembahan Tejo Wulan menegaskan tak perlu ada calon lain karena dalam budaya pemilihan di kerajaan tak menggunakan sistem demokrasi.

“Terima kasih. Dengan demikian kita telah memiliki pimpinan FSKN 2018-2023,” kata pemimpin sidang Datu Siladendeng seraya mengetukkan palu.

Sultan Khairul Saleh mendapat penyerahan bunga dari Ketua Umum FSKN sebelumnya, Panembahan Tedjowulan sebagai tanda serah terima jabatan. Keduanya didampingi Dewan Penasehat FSKN BRA Mooryati Soedibyo.

Saat menunjuk Sekretaris Jenderal, Sultan Khairul Saleh memilih KRAy Dr Ir Naniek Widayati, MT. “Dalam kesempatan ini, saya menunjuk Sekjen FSKN, orang yang sudah berpengalaman dan menguasai Jakarta. Saya meminta kesediaan Dr Nanik menjadi Sekjen. Selanjutnya pengurus, ketua dan jajarannya akan dirumuskan bersama,” tutur Sultan Khairul Saleh.

Sumber Berita : http://mediaraja.com/